Persaudaraan Menembus Batas ....

Persaudaraan Menembus Batas ....

Monday, December 26, 2005

LIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG BERBEDA

Sungguh suatu kebahagiaan tersendiri ketika apa yang kita kerjakan mendapat apresiasi yang bersifat membangun, bukan yang menyilaukan. Serasa apa yang kita kerjakan penuh makna, dan membangkitkan kesadaran bahwa kita dan kreasi kita masih jauh dari sempurna.

Seperti dalam tulisan saya, Jangan Hanya Lihat dari Bungkusnya yang mendapat komentar dari Sindy (thanx a lot sist !). Gak nyangka kalo komentarnya berada dalam persepsi yang berbeda. Makanya kenapa model training dalam hal komunikasi mutlak dibutuhkan. Karena dalam komunikasi sering kali terjadi misscomm yang sampai dengan saat ini peluang untuk masih sangat besar.

Sebenarnya dalam tulisan itu saya mengajak untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Ini lah yang sering dilakukan oleh Rasulullah dalam memperlakukan para sahabatnya. Suatu ketika, seorang laki-laki yang berpakaian mewah melintas di depan Rasulullah saw dan para sahabatnya. Tak lama kemudian, melintas pula seorang pria yang berpakaian amat sederhana. Kepada para sahabatnya, Rasulullah saw bertanya, apa yang mereka pikirkan tentang kedua laki-laki itu. Para sahabat berkata, tentu laki-laki yang pertama akan selalu dihargai orang lain, dan jika ia melamar anak perempuan, akan diterima pinangannya.

Sedangkan lelaki yang kedua, yang berpakaian amat sederhana, tentu akan dihinakan orang lain. Dan ia memang hidup dalam kehinaan. Ternyata apa yang mereka duga itu keliru. Rasulullah menyampaikan bahwa laki-laki yang nampak berpenampilan amat sederhana itu justru jauh lebih mulia dari pada orang yang berpenampilan mewah. Ia unggul dari sisi pribadinya, mental dan ibadahnya.

Apa yang hakiki dari orang lain, memang kerap luput dari pandangan kita. Kita terbiasa memberi penilaian hanya dari penampilannya. Kita menempatkan orang lain pada bingkai kecil pikiran kita, dan kita tidak mampu melihat kebaikan-kebaikan orang itu. Sesudah itu, tentu kita tidak akan pernah bisa bercermin dari contoh kebaikan-kebaikannya. Kita akan tertelan oleh dugaan keliru tentang orang lain.

Pada masa Rasulullah saw banyak bangsa kulit hitam yang memeluk agama Islam. Orang-orang Arab sering melecehkan mereka. Rasulullah tidak suka dengan sikap orang-orang Arab tersebut, lalu beliau saw bersabda : "Jadikanlah orang-orang kulit hitam itu sebagai pemimpin, karena kelak tiga dari orang kulit hitam akan menjadi pemimpin ahli surga. Mereka adalah Luqman al-Hakim, Mahja' (budak Umar bin Khaththab), dan Bilal bin Rabah." (HR. Ibnu Abbas).

Subhanallah, sungguh luar biasa perlakuan Rasulullah saw kepada orang lain tanpa melihat bagaimana rupa fisiknya. Karena sesungguhnya, Rasulullah sadar dengan sepenuh kesadaran, bahkan Allah memuliakan kedudukan manusia bukan dari performence fisiknya, tapi jauh dari itu, pada iman, akhlaq dan bagaimana pemikirannya. Menyedihkan sekali, bila saat ini banyak beredar kriteria istri idaman adalah : putih, cantik, dll (kata ustadz Jalal, kenapa gak sekalian ma sapi saja ? Ups ! :) ) Atau bahkan tidak sedikit orang yang memperhatikan siapa yang berbicara, bukan apa yang dibicarakan (ide, gagasan, kreativitas, taujih). Padahal kebenaran harus bisa diterima dari siapa saja bukan ? Sepanjang tidak menyimpang dari Al Qur'an dan sunnah saja.

Sekarang, bagaimana dengan Anda ....?

1 comment:

novan_aulia said...

wow...
First time i've good esay from you, Ukh ;)
thanks for your support.
my addres blog was changed to
masnovan.blogspot.com ;)

good work ...
banyak kasih tausyiah mbak ya